REVIEW DAN PETA KONSEP TEORI BELAJAR
MENGAJAR
A. REVIEW TENTANG TEORI BELAJAR DAN MENGAJAR
1.
BEHAVIORISM
THEORY
Teori
ini dipopulerkan oleh Ivan Pavlov, John B Watson, dan Burhus Frederick Skinner.
Inti dari Teory Behaviorisme adalah adanya perubahan perilaku yang sebagai hasil
dari adanya stimulus dan respon. Guru
memberikan respon positif berupa penghargaan atau pujian terhadap perilaku
positif yang telah dilakukan siswa. Ada beberapa hal yang dapat disimpulkan
dari teori behaviorisme adalah :
a.
Kegiatan pembelajaranya berpusat pada guru.
b.
Perubahan perilaku berdasarkan atas kebiasaan yang
dilakukan.
c.
Motivasi yang terbentuk adalah motivasi eksternal,
bukan internal. Karena adanya dorongan untuk mendapatkan penghargaan.
d.
Penekanan kegiatan belajar pada menghafal.
2. SOCIAL COGNITIVE THEORY
Teori kognitif sosial dipopulerkan oleh Albert Bandura. Teori
ini menjelaskan bahwa perkembangan kognitif dipengaruhi oleh lingkungan sosial
dan pengalaman. Inti dari teori ini
adalah anak akan belajar dari perilaku orang yang dilihatnya (mencontoh).
3. COGNITIVE INFORMATION PROCESSING
Teori yang sesuai dengan cognitive
information processing diantanranya : Components
of Cognitive Apprenticeship Scaffolding, dan complexity theory. Tokoh yang berperan yaitu Vygotsky, Bruner, dan
Krashen. Teori ini meliputi
teori-teori yang berfokus pada struktur dan fungsi proses mental. Dengan kata lain, teori-teori pemrosesan
informasi berfokus pada bagaimana orang memperhatikan peristiwa yang terjadi di
dalam lingkungan, bagaimana mereka mengkodekan informasi bahwa dengan
menghubungkannya dengan pengetahuan saat ini disimpan dalam memori, bagaimana
informasi baru disimpan dan akhirnya, bagaimana informasi yang kemudian diambil
bila. Oleh karena itu, berfokus pada proses kognitif.
Cognitive information
processing berbeda dengan teori
behavioris, teori Information Processing tidak percaya pembelajaran yang
didasarkan pada membuat hubungan antara stimuli dan respon. Mereka cenderung lebih fokus pada
proses internal yang terlibat antara stimuli dan respon daripada kondisi
eksternal. Oleh karena itu, peserta didik adalah agen aktif dalam mencari dan
mengolah informasi. Mereka mengikuti proses pemilihan dan menghadiri fitur
lingkungan, mengubah dan berlatih informasi, menghubungkan informasi baru
dengan pengetahuan sebelumnya dan mengatur informasi sedemikian rupa untuk
membuatnya.
Dalam teori Components
of Cognitive Apprenticeship Scaffolding, Bruner menciptakan teori belajar
secara langsung berhubungan dengan perbaikan diri siswa disebut "Proses
pendidikan". Teori ini kadang-kadang disebut "proses aktif
pembelajaran". Proses aktif belajar berfokus pada latar belakang
pengetahuan peserta didik. Artinya, dalam rangka memperoleh bahasa kedua dengan
cepat, siswa harus berhubungan pengalaman baru mereka memperoleh pengetahuan
mereka sendiri sebelumnya. Selain Bruner, tokoh lainya yaitu Krashen dan
Vygitsky berpendapat, bahwa dalam belajar melibatkan interaksi dengan orang
lain. Vygotsky menganggap lingkungan dan kedekatan antara peserta sebagai
elemen penting untuk membuat nuansa lingkungan pelajar ini ketika datang ke
pembelajaran bahasa.
Dalam complexity theory
dijelaskan bahwa dalam melihat hidup adalah dengan mengintegrasikan dimensi
biologis, kognitif dan sosial kehidupan, yaitu, memahami gambaran besar tidak dengan
melihat bagian-bagian, tetapi interaksi di antara mereka. Implikasinya dalam
dunia pendidikan adalahbahwa pendidikan perlu untuk membantu peserta didik
untuk membangun tujuan belajar mereka sendiri, menerima umpan balik dan
mencerminkan kemajuan mereka. Pendidikan harus menjadi proses yang
berkesinambungan di mana peserta didik terus berkembang untuk meningkatkan
kinerja dan menghasilkan pengetahuan baru.
4.
MEANINGFUL
LEARNING THEORY
Teori ini menolak proses hafalan dan merupakan gabungan dari
pengetahuan baru dengan apa yang susdah dipelajari sebelumnya dan lebih
menekankan pada pembelajaran yang bermakna. Teori yang sesuai adalah Discovery Learning . Discovery
Learning menghendaki siswa belajar secara aktif. Dalam kegiatan belajar siswa
dituntut secara aktif untuk menemukan sendir pengetahuan baru. Guru memberikan
pertanyaan-pertanyaan yang berfungsi untuk mengarahkan atau membantu siswa
menemukan pengetahuan sendiri. Guru di sini hanya sebagai fasilitator dan
membantu siswa jika menemukan kendala. Lingkungan juga berfungsi sebagai media
untuk menemukan pengetahuan baru.
5.
DEVELOPMENTAL
APPROACH
Teori ini dikembangakn oleh Jean Piaget. Piaget mengemukakan
bahwa anak mengembangkan pengetahuan melalui serangkaian tahap. Berikut ini
serangkaian tahap menurut Piaget :
a.
Asimilasi:
Memasukkan struktur logis baru (atau skema) ke yang sudah ada bahwa kita
kemudian berlaku untuk dunia di sekitar kita.
b.
Akomodasi:
Memodifikasi struktur logis atau skema untuk kesepakatan yang lebih baik dengan
lingkungan.
c.
Equalibriation:
Keseimbangan antara struktur kognitif asimilasi dan akomodasi dalam mencapai
pengetahuan.
d.
Egosentrisme:
Penelitian Piaget menunjukkan fakta bahwa egocentrisim paling menonjol sebelum
usia enam atau tujuh.
6.
SOCIAL
FORMATION THEORY
Teori Social Formation
Theory adalah teori Zone of Proximal
Development yang dikembangkan Vygotsky. Dalam teori ini, mengemukakan bahwa peserta didik atau siswa membangun pengetahuan
mereka sendiri. Tiga tema umum yang dikembangkan oleh Vygotsky :
a. penggunaan
metode genetik, atau perkembangan;
b.
klaim bahwa fungsi mental yang lebih tinggi
dalam individu muncul dari proses sosial; dan
c.
klaim bahwa proses sosial dan psikologis manusia
secara fundamental dibentuk oleh alat budaya, atau cara mediational.
Definisi
terkenal ZPD Vygotsky menyatakan bahwa ZPD adalah zona dimana anak tidak mampu
memecahkan masalah sendiri tetapi berhasil meneyelesaikan masalah dengan bantuan
teman sebaya atau teman sebaya.
7.
REPRESENTATION
AND DISCOVERY LEARNING
Discovery Learning
adalah belajar dengan teknik penemuan berdasarkan basis konstruktivisme. Tokoh yang
mengembangkan adalah Jean Piaget dan Jerome Bruner. Metode ini dimulai dengan
beberapa pertannyaan yang membantu siswa untuk memecahkan atau menemukan
sendiri pengetahuan baru dengan menggabungkan pengetahuan baru dengan
pengetahuan lama. Guru hanya berfungsi sebagai fasilitator yang bertugas untuk
membantu siswa untuk mengarahkan dan membantu siswa jika menemui kendala.
8.
CONSTRUCTIVIST
APPROACH
didefinisikan sebagai pembelajaran yang bersifat generatif, yaitu tindakan
mencipta sesuatu makna dari apa yang dipelajari. Teori kontruktivisme lebih
memahami belajar sebagai kegiatan manusia membangun atau menciptakan
pengetahuan dengan memberi makna pada pengetahuannya sesuai dengan
pengalamannya. Pengetahuan tidak bisa ditransfer dari guru kepada orang
lain, karena setiap orang mempunyai skema sendiri tentang apa yang
diketahuinya. Pembentukan pengetahuan merupakan proses kognitif dimana terjadi
proses asimilasi dan akomodasi untuk mencapai suatu keseimbangan sehingga
terbentuk suatu skema yang baru.
Teori-teori ini menekankan pada keterlibatan aktif siswa dalam belajar. Pengajaran dengan teori konstruktivis akan menumbuhkan pemikiran kritis, dan memotivasi belajar. Peran guru disini adalah sebagai
fasilitator, dengan bantuan pertanyaan yang membimbing siswa untuk menemukan
pengetahuan baru. Untuk kemudian menggabungkan
pengetahuan lama dengan pengetahuan baru.
9.
SOCIAL
APPROACH
Tokoh dalam teori ini adalah Milgram, Piliavin, Reicher dan
Haslam. Pendekatan ini memperhatikan faktor lingkungan sebagai lingkungan
tinggal individu dalam perkembangannya. Titik pangkal dari Approach
Sosial ialah mayarakat dengan berbagi lembaganya, kelompok-kelompok
dengan berbagai aktivitas. Secara konkrit Approach Sosial ini
membahas aspek-aspek atau komponen dari pada kebudayaan manusia, misalnya
keluarga, tradisi, adat istiadat, moralitas, norma-norma sosialnya dan
sebagaimana. jadi segala sesuatu yang dianggap produk bersama, milik bersama
adalah masyarakat. Tingkah laku individu dapat dipahami dengan memahami tingkah
laku masyarakatnya..
Anggapan
dalam teori social approach :
a.
Semua perilaku terjadi dalam
konteks sosial.
b.
Perilaku seorang individu
dipengaruhi oleh orang lain dan masyarakat.
Psikologi
sosial melihat pengaruh individu, kelompok, masyarakat dan budaya pada perilaku
individu.
10.
TECNOLOGICAL
APPROACH
Pendekatan ini menekankan pada
sebuah konsep yang dikembangakan dalam bidang inovasi. Sistem inovasi
teknologi adalah sebuah konsep yang dikembangkan dalam bidang inovasi yang berfungsi untuk
menjelaskan sifat dan tingkat perubahan teknologi.
Integrasi TIK dalam dunia pendidikan salah satunya
yaitu integrasi dalam proses pembelajaran di sekolah. Salah satu contohnya
adalah pengguna computer dan penggunaan internet dalam dunia pendidikan.
Penggunaan media tersebut dimaksudkan agar pembaharuan informasi dapat langsung
tersampaikan. Penggunaan TIK dinilai akan memajukan perkembangan
pendidikan. Agar proses itu berlangsung
dengan efektif, maka teknologi tersebut perlu didukung dengan pendekatan
pedagogis yang sesuai. Penggunaan TIK dalam dunia pendidikan yang tepat juga
akan memacu kreativitas
B. HUBUNGAN ANTAR TEORI
Hubungan antar teori belajar yang sudah dijabarkan di atas
menekankan pada teori-teori yang saling berhubungan dan tidak dapat terpisahkan
dari teori-teori yang lain. Ini dikarenakan pengembang teori yang ada
berdasrkan pengembangan teori dari yang sudah ada sebelumnya. Masing-masing
teori memiliki kelebihan dan kekurangan sendiri-sendiri. Tergantung kita
menerapkan dan menggunakan berbagai teori yang sesuai dengan kebutuhan dan
kemampuan masing-masing. Garis besar teori belajar adalah bagaimana
memaksimalkan potensi dan kemampuan siswa untuk berproses dan mendapatkan
pengetahuan baru yang bermakna bagi siswa itu sendiri.
C. PETA KONSEP TEORI BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKA
An A-Z of ELT
scaffolding SLA (p. 201). Retrieved Feb 01, 2009 from http://www.macmillanenglish.com/methodology/samples/AnA-Z-of-ELT.pdf
A guide to
learning English. Scaffolding theory. Retrieved Feb 01, 2009 from http://esl.fis.edu/teachers/fis/scaffold/page1.htm
Foley,
Joseph. Department of English Language and Literature, National University of
Singapore
Retrieved
February 24, 2008 from http://eltj.oxfordjournals.org/cgi/reprint/48/1/101.pdf
Lipscomb,
Swanson, and West. 2004. Scaffolding. Emerging perspectives on Learning,
Teaching and Technology. Retrieved February 16, 2008 from http://projects.coe.uga.edu/epltt/index.php?title=Scaffolding
Mariani,
Luciano. Fall 1997. Teacher support and Teacher challenge in promoting learner
autonomy. Perspectives, a Journal of TESOL-Italy - Vol. XXIII, No. 2 Retrieved
Feb 20, 2008 from http://www.learningpaths.org/papers/papersupport.htm
Rollins
Burch, Judith (B.A., M.Ed., Ed.S.) 2007. A study examining the impact of
scaffolding acquisition of young children's literacy in primary grades.
Dissertation submitted to Louisianna State University, Department of
Educaitonal Theory, Policy, and Practice. Retrieved February 23, 2008 from http://etd.lsu.edu/docs/available/etd-04132007-101339/unrestricted/Burch_dis.pdf
Schütz,
Ricardo. December 5, 2004. Vigotsky and Language Acquisition. Retrieved Feb 01,
2009 from http://www.english.sk.com.br/sk-vygot.html
Sharpe, Tina.
2001. Scaffolding in Action: Snapshots from the Classroom. Found in Jennifer
Hammond's Scaffolding: Teaching and Learning in Language and Literacy
Education. ERIC #ED456447 Retrieved February 18 from http://www.eric.ed.gov/ERICWebPortal/custom/portlets/recordDetails/detailmini.jsp?_nfpb=true&_&ERICExtSearch_SearchValue_0=ED456447&ERICExtSearch_SearchType_0=no&accno=ED456447
Teacher
Scaffolding in the Classroom. State of Victoria. 2006. Department of Education
and Early Childhood Development. Retrieved February 22, 2008 from http://www.education.vic.gov.au/studentlearning/teachingresources/english/literacy/concepts/3teachscaff.htm
Watcharapunyawong,
Somchai. Second Language Acquisition Theories for Thai Students. Retrieved Feb
01,2009 from http://human.tru.ac.th/km/km_paper/second_language_acquisition_theories_for_thai_students.pdf
Zone of
Proximal Development and Scaffolding (Vygotsky, Bruner and Rogoff).
State of
Victoria. 2007. Department of Education and Early Childhood Development.
Retrieved February 22, 2008 from http://www.education.vic.gov.au/studentlearning/teachingresources/english/literacy/concepts/3zpd.htm
Anderson, T. (2004). Chapter 2:
Toward a theory of online learning theory and practice of online learning
(Anderson, T., & Elloumi, F., Eds.) (33-59). Retrieved November 20, 2007,
from http://cde.athabascau.ca/online_book/ch2.html
Bleuel, D., & Peloso, C. (2002,
July 11). Gav and Peloso's interactive story. Retrieved February 25, 2008, from
http://www.nuc.berkeley.edu/~gav/wayfarence/.
Capra, F. (2005). Complexity and
life. Theory, Culture & Society, 22(5), 33-44.
Fraser, S. W., & Greenhalgh, T.
(2001). Coping with complexity: Educating for capability. BMJ (Clinical
Research Ed.), 323(7316), 799-803
Furnish, T. (2008). Superstory.
Retrieved February 28, 2008, from http://www.hungrysoftware.com/#/online/story/.
Phelps, R., Hase, S., & Ellis,
A. (2005). Competency, capability, complexity and computers. British Journal of
Educational Technology, 36(1), 67-84.
University of Alberta. Complexity
and education. Retrieved February 25, 2008, from http://www.complexityandeducation.ualberta.ca/glossary.htm.
Boaler, J. (1998). Open and Closed
Mathematics: Student Experiences and Understandings. Journal for Research in
Mathematics Education, 29 (1), 41 – 62.
Cajete, Gregory (1994). Look To The
Mountain: An Ecology of Indigenous Education. Skyland, NC: Kivaki Press.
Overbaugh, R.C. & Lin,
S.Y.(2005). Problem-based Learning and Fourth Grade: Who Really Benefits? The
Constructivist, 16(1), 1 - 21.
Polanco, R., Calderon, P., &
Delgado, F. (2004). Effect of a problem-based learning program on engineering
students’ academic achievements in a Mexican University. Innovations in
Education and Teaching International, 41 (2), 145 – 155.
Rodd, M. (2006). Commentary:
Mathematics, Emotion and Special Needs. Educational Studies in Mathematics, 63,
227 – 234.
Roh, K. H. (2003). Problem-Based Learning
in Mathematics. ERIC Digest.
Shore, M., & Shore, J. (2004).
Allied Health Applications Integrated into Developmental Mathematics Using
Problem Based Learning. Math Comput Educ., 38 (2), 183 – 189.
Sungur, S., Tekkaya, C., &
Geban, O. (2006). Improving achievement through problem-based learning. Journal
of Biological Education, 40 (4), 155 – 160.
Wee, K.N., Kek, Y.C., & Sim,
H.C. (2001). Crafting Effective Problems for Problem-based Learning. PBL
Conference
Awwad, Ahmad Aqeel Ayyal. Piaget's
Theory of Learning. Interdisciplinary Journal of Contemporary Research In
Business 4.9 (Jan 2013): 106-129.
Bhattacharya, K.& Han, S.
(2001). Piaget and cognitive development. In M. Orey (Ed.), Emerging
perspectives on learning, teaching, and technology. Retrieved June 8, 2008,
from http://projects.coe.uga.edu/epltt
Book News Inc. (2008). Jean
Piaget. Reference and Research Book News, 23(3) Retrieved online at: http://search.proquest.com.ezproxy.library.ubc.ca/docview/199719469?accountid=14656
Campbell, R. (1997). Jean
Piaget's Genetic Epistemology: Appreciation and Critique. ETEC 512 http://hubcap.clemson.edu/~campber/piaget.html
DeHart, G. Sroufe, L. Cooper,
R. (2004). Child development: its nature and course (5th ed.). McGraw Hill.
Developmental Approaches to
Learning. Retrieved June 4, 2008 from http://etec512.blogspot.com/
Driscoll, M. P. (2005).
Psychology of Learning for Instruction (pp.227-244; Ch. 7 - Interactional
Theories of Cognitive Development). Toronto, ON: Pearson.
Examples of Piagetian
Assimilation and Accommodation Retrived June 7, 2008 from http://www.ups.edu/facultypages/cjones/piaget-examples.doc
Familly Fun: Games by Age-And
more Family Fun. Retrived June 6, 2008 from http://familyfun.go.com/games/games-by-age/
Huitt, W. (1997). Piaget's
Theory of Cognitive Development . Retrieved 2 June, 2008, from Educational
Psychology Interactive: http://chiron.valdosta.edu/whuitt/edpsyppt/Theory/piaget2.ppt
Huitt, W. (1997). Cognitive
development: Applications. Educational Psychology Interactive . Valdosta ,
GA : Valdosta State University . Retrieved [ June 2, 2008 ], from http://chiron.valdosta.edu/whuitt/col/cogsys/piagtuse.html
.
Jean Piaget. (2008, June 11).
In Wikipedia, The Free Encyclopedia. Retrieved 05:14, June 16, 2008, from http://en.wikipedia.org/w/index.php?title=Jean_Piaget&oldid=218574331
Miller, P.H. (2002). Theories
of Developmental Pyschology 4th Ed. (pp.367-396; Vygotsky’s Socio-Cultural
Approach). New York: Worth.
Morris, Joyce L. WebQuests.
Retrieved June 4, 2008 from http://www.uvm.edu/~jmorris/wq/webquest.html
Piaget's Developmental
Theory: an Overview (Davidson FIlms, Inc.) Retrieved online at https://www.youtube.com/watch?v=QX6JxLwMJeQ
Piaget on Piaget. Retrieved
online at https://www.youtube.com/watch?v=0XwjIruMI94
Quiz - Piaget's Stages of
Cognitive Development. Retrived June 15, 2008 from http://psychology.about.com/library/quiz/bl_piaget_quiz.htm
Saler, G. and Edgington, C.
G. Retrieved June 3, 2008 , from http://pt3.nl.edu/saleredgingtonwebquest.pdf
Smith, L. (1996) Critical
Readings on Piaget. Routledge.
Zwingmann, C. Inhelder, B.
Chipman, H. (1976). Piaget and his school: a reader in developmental psychology
(ch 1). The Wiley-Blackwell handbook of childhood cognitive development.
Blackwell Publishers.

