Selasa, 21 April 2015

REVIEW DAN PETA KONSEP TEORI BELAJAR MENGAJAR



REVIEW DAN PETA KONSEP TEORI BELAJAR MENGAJAR



A.     REVIEW TENTANG TEORI BELAJAR DAN MENGAJAR
1.      BEHAVIORISM THEORY
Teori ini dipopulerkan oleh Ivan Pavlov, John B Watson, dan Burhus Frederick Skinner. Inti dari Teory Behaviorisme adalah  adanya perubahan perilaku yang sebagai hasil dari adanya stimulus dan respon.  Guru memberikan respon positif berupa penghargaan atau pujian terhadap perilaku positif yang telah dilakukan siswa. Ada beberapa hal yang dapat disimpulkan dari teori behaviorisme adalah :
a.       Kegiatan pembelajaranya berpusat pada guru.
b.      Perubahan perilaku berdasarkan atas kebiasaan yang dilakukan.
c.       Motivasi yang terbentuk adalah motivasi eksternal, bukan internal. Karena adanya dorongan untuk mendapatkan penghargaan.
d.      Penekanan kegiatan belajar pada menghafal.

2.      SOCIAL COGNITIVE THEORY
Teori kognitif sosial dipopulerkan oleh Albert Bandura. Teori ini menjelaskan bahwa perkembangan kognitif dipengaruhi oleh lingkungan sosial dan pengalaman.  Inti dari teori ini adalah anak akan belajar dari perilaku orang yang dilihatnya (mencontoh).

3.      COGNITIVE INFORMATION PROCESSING
Teori yang sesuai dengan cognitive information processing diantanranya : Components of Cognitive Apprenticeship Scaffolding, dan complexity theory. Tokoh yang berperan yaitu Vygotsky, Bruner, dan Krashen. Teori ini meliputi teori-teori yang berfokus pada struktur dan fungsi proses mental. Dengan kata lain, teori-teori pemrosesan informasi berfokus pada bagaimana orang memperhatikan peristiwa yang terjadi di dalam lingkungan, bagaimana mereka mengkodekan informasi bahwa dengan menghubungkannya dengan pengetahuan saat ini disimpan dalam memori, bagaimana informasi baru disimpan dan akhirnya, bagaimana informasi yang kemudian diambil bila. Oleh karena itu, berfokus pada proses kognitif.
Cognitive information processing berbeda dengan teori behavioris, teori Information Processing tidak percaya pembelajaran yang didasarkan pada membuat hubungan antara stimuli dan respon. Mereka cenderung lebih fokus pada proses internal yang terlibat antara stimuli dan respon daripada kondisi eksternal. Oleh karena itu, peserta didik adalah agen aktif dalam mencari dan mengolah informasi. Mereka mengikuti proses pemilihan dan menghadiri fitur lingkungan, mengubah dan berlatih informasi, menghubungkan informasi baru dengan pengetahuan sebelumnya dan mengatur informasi sedemikian rupa untuk membuatnya.
Dalam teori Components of Cognitive Apprenticeship Scaffolding, Bruner menciptakan teori belajar secara langsung berhubungan dengan perbaikan diri siswa disebut "Proses pendidikan". Teori ini kadang-kadang disebut "proses aktif pembelajaran". Proses aktif belajar berfokus pada latar belakang pengetahuan peserta didik. Artinya, dalam rangka memperoleh bahasa kedua dengan cepat, siswa harus berhubungan pengalaman baru mereka memperoleh pengetahuan mereka sendiri sebelumnya. Selain Bruner, tokoh lainya yaitu Krashen dan Vygitsky berpendapat, bahwa dalam belajar melibatkan interaksi dengan orang lain. Vygotsky menganggap lingkungan dan kedekatan antara peserta sebagai elemen penting untuk membuat nuansa lingkungan pelajar ini ketika datang ke pembelajaran bahasa.
Dalam complexity theory dijelaskan bahwa dalam melihat hidup adalah dengan mengintegrasikan dimensi biologis, kognitif dan sosial kehidupan,  yaitu, memahami gambaran besar tidak dengan melihat bagian-bagian, tetapi interaksi di antara mereka. Implikasinya dalam dunia pendidikan adalahbahwa pendidikan perlu untuk membantu peserta didik untuk membangun tujuan belajar mereka sendiri, menerima umpan balik dan mencerminkan kemajuan mereka. Pendidikan harus menjadi proses yang berkesinambungan di mana peserta didik terus berkembang untuk meningkatkan kinerja dan menghasilkan pengetahuan baru.

4.      MEANINGFUL LEARNING THEORY
Teori ini menolak proses hafalan dan merupakan gabungan dari pengetahuan baru dengan apa yang susdah dipelajari sebelumnya dan lebih menekankan pada pembelajaran yang bermakna.  Teori yang sesuai adalah Discovery Learning .  Discovery Learning menghendaki siswa belajar secara aktif. Dalam kegiatan belajar siswa dituntut secara aktif untuk menemukan sendir pengetahuan baru. Guru memberikan pertanyaan-pertanyaan yang berfungsi untuk mengarahkan atau membantu siswa menemukan pengetahuan sendiri. Guru di sini hanya sebagai fasilitator dan membantu siswa jika menemukan kendala. Lingkungan juga berfungsi sebagai media untuk menemukan pengetahuan baru.

5.      DEVELOPMENTAL APPROACH
Teori ini dikembangakn oleh Jean Piaget. Piaget mengemukakan bahwa anak mengembangkan pengetahuan melalui serangkaian tahap. Berikut ini serangkaian tahap menurut Piaget :
a.       Asimilasi: Memasukkan struktur logis baru (atau skema) ke yang sudah ada bahwa kita kemudian berlaku untuk dunia di sekitar kita.
b.      Akomodasi: Memodifikasi struktur logis atau skema untuk kesepakatan yang lebih baik dengan lingkungan.
c.       Equalibriation: Keseimbangan antara struktur kognitif asimilasi dan akomodasi dalam mencapai pengetahuan.
d.      Egosentrisme: Penelitian Piaget menunjukkan fakta bahwa egocentrisim paling menonjol sebelum usia enam atau tujuh.

6.      SOCIAL FORMATION THEORY
Teori Social Formation Theory adalah teori Zone of Proximal Development yang dikembangkan  Vygotsky. Dalam teori ini, mengemukakan bahwa  peserta didik atau siswa membangun pengetahuan mereka sendiri. Tiga tema umum yang dikembangkan  oleh Vygotsky :
a.       penggunaan metode genetik, atau perkembangan;
b.       klaim bahwa fungsi mental yang lebih tinggi dalam individu muncul dari proses sosial; dan
c.        klaim bahwa proses sosial dan psikologis manusia secara fundamental dibentuk oleh alat budaya, atau cara mediational.
Definisi terkenal ZPD Vygotsky menyatakan bahwa ZPD adalah zona dimana anak tidak mampu memecahkan masalah sendiri tetapi berhasil meneyelesaikan masalah dengan bantuan teman sebaya atau teman sebaya.


7.      REPRESENTATION AND DISCOVERY LEARNING
Discovery Learning adalah belajar dengan teknik penemuan berdasarkan basis konstruktivisme. Tokoh yang mengembangkan adalah Jean Piaget dan Jerome Bruner. Metode ini dimulai dengan beberapa pertannyaan yang membantu siswa untuk memecahkan atau menemukan sendiri pengetahuan baru dengan menggabungkan pengetahuan baru dengan pengetahuan lama. Guru hanya berfungsi sebagai fasilitator yang bertugas untuk membantu siswa untuk mengarahkan dan membantu siswa jika menemui kendala.

8.      CONSTRUCTIVIST APPROACH
didefinisikan sebagai  pembelajaran  yang  bersifat generatif, yaitu tindakan mencipta sesuatu makna dari apa yang dipelajari. Teori kontruktivisme lebih memahami belajar sebagai kegiatan manusia membangun atau menciptakan pengetahuan dengan memberi makna pada pengetahuannya sesuai dengan pengalamannya. Pengetahuan tidak bisa ditransfer dari guru kepada orang lain, karena setiap orang mempunyai skema sendiri tentang apa yang diketahuinya. Pembentukan pengetahuan merupakan proses kognitif dimana terjadi proses asimilasi dan akomodasi untuk mencapai suatu keseimbangan sehingga terbentuk suatu skema yang baru.
Teori-teori ini menekankan pada  keterlibatan aktif siswa dalam belajar. Pengajaran dengan teori konstruktivis akan menumbuhkan pemikiran kritis, dan memotivasi belajar. Peran guru disini adalah sebagai fasilitator, dengan bantuan pertanyaan yang membimbing siswa untuk menemukan pengetahuan baru. Untuk kemudian menggabungkan  pengetahuan lama dengan pengetahuan baru. 

9.      SOCIAL APPROACH
Tokoh dalam teori ini adalah Milgram, Piliavin, Reicher dan Haslam. Pendekatan ini memperhatikan faktor lingkungan sebagai lingkungan tinggal individu dalam perkembangannya. Titik pangkal dari Approach Sosial ialah mayarakat dengan berbagi lembaganya, kelompok-kelompok dengan berbagai aktivitas. Secara konkrit Approach Sosial ini membahas aspek-aspek atau komponen dari pada kebudayaan  manusia, misalnya keluarga, tradisi, adat istiadat, moralitas, norma-norma sosialnya dan sebagaimana. jadi segala sesuatu yang dianggap produk bersama, milik bersama adalah masyarakat. Tingkah laku individu dapat dipahami dengan memahami tingkah laku masyarakatnya..
Anggapan dalam teori social approach  :
a.       Semua perilaku terjadi dalam konteks sosial.
b.      Perilaku seorang individu dipengaruhi oleh orang lain dan masyarakat.
Psikologi sosial melihat pengaruh individu, kelompok, masyarakat dan budaya pada perilaku individu.
   
10.  TECNOLOGICAL APPROACH
Pendekatan ini menekankan pada  sebuah konsep yang dikembangakan dalam bidang inovasi. Sistem inovasi teknologi adalah sebuah konsep yang dikembangkan dalam bidang inovasi yang berfungsi untuk menjelaskan sifat dan tingkat perubahan teknologi.
Integrasi TIK dalam dunia pendidikan salah satunya yaitu integrasi dalam proses pembelajaran di sekolah. Salah satu contohnya adalah pengguna computer dan penggunaan internet dalam dunia pendidikan. Penggunaan media tersebut dimaksudkan agar pembaharuan informasi dapat langsung tersampaikan. Penggunaan TIK dinilai akan memajukan perkembangan pendidikan.  Agar proses itu berlangsung dengan efektif, maka teknologi tersebut perlu didukung dengan pendekatan pedagogis yang sesuai. Penggunaan TIK dalam dunia pendidikan yang tepat juga akan memacu kreativitas

B.     HUBUNGAN ANTAR TEORI
Hubungan antar teori belajar yang sudah dijabarkan di atas menekankan pada teori-teori yang saling berhubungan dan tidak dapat terpisahkan dari teori-teori yang lain. Ini dikarenakan pengembang teori yang ada berdasrkan pengembangan teori dari yang sudah ada sebelumnya. Masing-masing teori memiliki kelebihan dan kekurangan sendiri-sendiri. Tergantung kita menerapkan dan menggunakan berbagai teori yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing. Garis besar teori belajar adalah bagaimana memaksimalkan potensi dan kemampuan siswa untuk berproses dan mendapatkan pengetahuan baru yang bermakna bagi siswa itu sendiri.
  

C.    PETA KONSEP TEORI BELAJAR MENGAJAR





DAFTAR PUSTAKA
An A-Z of ELT scaffolding SLA (p. 201). Retrieved Feb 01, 2009 from http://www.macmillanenglish.com/methodology/samples/AnA-Z-of-ELT.pdf

A guide to learning English. Scaffolding theory. Retrieved Feb 01, 2009 from http://esl.fis.edu/teachers/fis/scaffold/page1.htm

Foley, Joseph. Department of English Language and Literature, National University of Singapore


Lipscomb, Swanson, and West. 2004. Scaffolding. Emerging perspectives on Learning, Teaching and Technology. Retrieved February 16, 2008 from http://projects.coe.uga.edu/epltt/index.php?title=Scaffolding

Mariani, Luciano. Fall 1997. Teacher support and Teacher challenge in promoting learner autonomy. Perspectives, a Journal of TESOL-Italy - Vol. XXIII, No. 2 Retrieved Feb 20, 2008 from http://www.learningpaths.org/papers/papersupport.htm

Rollins Burch, Judith (B.A., M.Ed., Ed.S.) 2007. A study examining the impact of scaffolding acquisition of young children's literacy in primary grades. Dissertation submitted to Louisianna State University, Department of Educaitonal Theory, Policy, and Practice. Retrieved February 23, 2008 from http://etd.lsu.edu/docs/available/etd-04132007-101339/unrestricted/Burch_dis.pdf

Schütz, Ricardo. December 5, 2004. Vigotsky and Language Acquisition. Retrieved Feb 01, 2009 from http://www.english.sk.com.br/sk-vygot.html

Sharpe, Tina. 2001. Scaffolding in Action: Snapshots from the Classroom. Found in Jennifer Hammond's Scaffolding: Teaching and Learning in Language and Literacy Education. ERIC #ED456447 Retrieved February 18 from http://www.eric.ed.gov/ERICWebPortal/custom/portlets/recordDetails/detailmini.jsp?_nfpb=true&_&ERICExtSearch_SearchValue_0=ED456447&ERICExtSearch_SearchType_0=no&accno=ED456447

Teacher Scaffolding in the Classroom. State of Victoria. 2006. Department of Education and Early Childhood Development. Retrieved February 22, 2008 from http://www.education.vic.gov.au/studentlearning/teachingresources/english/literacy/concepts/3teachscaff.htm

Watcharapunyawong, Somchai. Second Language Acquisition Theories for Thai Students. Retrieved Feb 01,2009 from http://human.tru.ac.th/km/km_paper/second_language_acquisition_theories_for_thai_students.pdf



Zone of Proximal Development and Scaffolding (Vygotsky, Bruner and Rogoff).

State of Victoria. 2007. Department of Education and Early Childhood Development. Retrieved February 22, 2008 from http://www.education.vic.gov.au/studentlearning/teachingresources/english/literacy/concepts/3zpd.htm

Anderson, T. (2004). Chapter 2: Toward a theory of online learning theory and practice of online learning (Anderson, T., & Elloumi, F., Eds.) (33-59). Retrieved November 20, 2007, from http://cde.athabascau.ca/online_book/ch2.html

Bleuel, D., & Peloso, C. (2002, July 11). Gav and Peloso's interactive story. Retrieved February 25, 2008, from http://www.nuc.berkeley.edu/~gav/wayfarence/.

Capra, F. (2005). Complexity and life. Theory, Culture & Society, 22(5), 33-44.

Fraser, S. W., & Greenhalgh, T. (2001). Coping with complexity: Educating for capability. BMJ (Clinical Research Ed.), 323(7316), 799-803

Furnish, T. (2008). Superstory. Retrieved February 28, 2008, from http://www.hungrysoftware.com/#/online/story/.

Phelps, R., Hase, S., & Ellis, A. (2005). Competency, capability, complexity and computers. British Journal of Educational Technology, 36(1), 67-84.

University of Alberta. Complexity and education. Retrieved February 25, 2008, from http://www.complexityandeducation.ualberta.ca/glossary.htm.

Boaler, J. (1998). Open and Closed Mathematics: Student Experiences and Understandings. Journal for Research in Mathematics Education, 29 (1), 41 – 62.

Cajete, Gregory (1994). Look To The Mountain: An Ecology of Indigenous Education. Skyland, NC: Kivaki Press.

Overbaugh, R.C. & Lin, S.Y.(2005). Problem-based Learning and Fourth Grade: Who Really Benefits? The Constructivist, 16(1), 1 - 21.

Polanco, R., Calderon, P., & Delgado, F. (2004). Effect of a problem-based learning program on engineering students’ academic achievements in a Mexican University. Innovations in Education and Teaching International, 41 (2), 145 – 155.

Rodd, M. (2006). Commentary: Mathematics, Emotion and Special Needs. Educational Studies in Mathematics, 63, 227 – 234.

Roh, K. H. (2003). Problem-Based Learning in Mathematics. ERIC Digest.

Shore, M., & Shore, J. (2004). Allied Health Applications Integrated into Developmental Mathematics Using Problem Based Learning. Math Comput Educ., 38 (2), 183 – 189.
Sungur, S., Tekkaya, C., & Geban, O. (2006). Improving achievement through problem-based learning. Journal of Biological Education, 40 (4), 155 – 160.

Wee, K.N., Kek, Y.C., & Sim, H.C. (2001). Crafting Effective Problems for Problem-based Learning. PBL Conference

Awwad, Ahmad Aqeel Ayyal. Piaget's Theory of Learning. Interdisciplinary Journal of Contemporary Research In Business 4.9 (Jan 2013): 106-129.

Bhattacharya, K.& Han, S. (2001). Piaget and cognitive development. In M. Orey (Ed.), Emerging perspectives on learning, teaching, and technology. Retrieved June 8, 2008, from http://projects.coe.uga.edu/epltt
Book News Inc. (2008). Jean Piaget. Reference and Research Book News, 23(3) Retrieved online at: http://search.proquest.com.ezproxy.library.ubc.ca/docview/199719469?accountid=14656
Campbell, R. (1997). Jean Piaget's Genetic Epistemology: Appreciation and Critique. ETEC 512 http://hubcap.clemson.edu/~campber/piaget.html   
DeHart, G. Sroufe, L. Cooper, R. (2004). Child development: its nature and course (5th ed.). McGraw Hill.
Developmental Approaches to Learning. Retrieved June 4, 2008 from http://etec512.blogspot.com/
Driscoll, M. P. (2005). Psychology of Learning for Instruction (pp.227-244; Ch. 7 - Interactional Theories of Cognitive Development).  Toronto, ON: Pearson.
Examples of Piagetian Assimilation and Accommodation Retrived June 7, 2008 from http://www.ups.edu/facultypages/cjones/piaget-examples.doc
Familly Fun: Games by Age-And more Family Fun. Retrived June 6, 2008 from http://familyfun.go.com/games/games-by-age/
Huitt, W. (1997). Piaget's Theory of Cognitive Development . Retrieved 2 June, 2008, from Educational Psychology Interactive: http://chiron.valdosta.edu/whuitt/edpsyppt/Theory/piaget2.ppt
Huitt, W. (1997). Cognitive development: Applications. Educational Psychology Interactive . Valdosta , GA : Valdosta State University . Retrieved [ June 2, 2008 ], from http://chiron.valdosta.edu/whuitt/col/cogsys/piagtuse.html .
Jean Piaget. (2008, June 11). In Wikipedia, The Free Encyclopedia. Retrieved 05:14, June 16, 2008, from http://en.wikipedia.org/w/index.php?title=Jean_Piaget&oldid=218574331
Miller, P.H. (2002). Theories of Developmental Pyschology 4th Ed. (pp.367-396; Vygotsky’s Socio-Cultural Approach). New York: Worth.
Morris, Joyce L. WebQuests. Retrieved June 4, 2008 from http://www.uvm.edu/~jmorris/wq/webquest.html
Piaget's Developmental Theory: an Overview (Davidson FIlms, Inc.) Retrieved online at https://www.youtube.com/watch?v=QX6JxLwMJeQ
Piaget on Piaget. Retrieved online at https://www.youtube.com/watch?v=0XwjIruMI94
Quiz - Piaget's Stages of Cognitive Development. Retrived June 15, 2008 from http://psychology.about.com/library/quiz/bl_piaget_quiz.htm
Saler, G. and Edgington, C. G. Retrieved June 3, 2008 , from http://pt3.nl.edu/saleredgingtonwebquest.pdf
Smith, L. (1996) Critical Readings on Piaget. Routledge.
Zwingmann, C. Inhelder, B. Chipman, H. (1976). Piaget and his school: a reader in developmental psychology (ch 1). The Wiley-Blackwell handbook of childhood cognitive development. Blackwell Publishers.